Ujian terbuka ini menjadi momentum penting bagi para santri untuk menunjukkan capaian hafalan Al-Qur’an serta kemampuan membaca dan memahami kitab kuning di hadapan para penguji, tamu undangan, dan wali santri. Suasana haru dan bangga menyelimuti kegiatan saat satu per satu santri tampil dengan penuh percaya diri.

Ketua DWP Kankemenag Lumajang, Ny. Siti Fatonah Faisol, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Bagi kami, ini adalah undangan yang istimewa karena menjadi bentuk penghormatan kepada para santri Ma’had MAN Lumajang. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap program seperti ini tetap dijaga kualitasnya serta dievaluasi setiap tahunnya agar semakin baik dan berdampak luas,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala MAN Lumajang, Qodiriyah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ujian terbuka ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari komitmen madrasah dalam membentuk generasi Qur’ani yang unggul dalam ilmu agama dan berakhlakul karimah.
“Kami ingin para santri Ma’had Jauharotul Kamal tidak hanya mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami kandungan dan mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Qiro’atul kutub menjadi penguat tradisi keilmuan pesantren yang kami integrasikan dalam sistem pendidikan madrasah,” tutur Qodiriyah.
Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kankemenag Lumajang, Ketua DWP, serta seluruh wali santri atas dukungan dan doa yang terus menguatkan langkah Ma’had Jauharotul Kamal dalam mencetak generasi yang berprestasi dan berkarakter.
Kegiatan ujian terbuka ini menjadi bukti nyata sinergi antara madrasah, orang tua, dan Kementerian Agama dalam mendukung penguatan program keagamaan di lingkungan MAN Lumajang. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan Ma’had Jauharotul Kamal terus melahirkan santri-santri yang unggul, berilmu, dan membanggakan. (HUMAS)